Mengenai Saya

Foto saya
aku adl orang biasa yg tak sempurna seperti makhluk pilihanNya... dg k'tidak sempurnaan ini,, aku b'harap dpt masuk syurga..

Jumat, 05 Februari 2010

ISYARAT-ISYARAT NABI AKAN DKATNYA KEMUNCULAN DAJJAL


Pada setiap seratus tahun Alloh telah menakdirkan orang yang akan memperbaharui agama islam. Dan semenjak dunia ada kita saksikan selalu hadir setiap seratus tahun seseorang memperbaharui masalah agama ini. Dan jika datang di penghujung seratus tahun, maka akan keluar Dajjal. (Lihat Al Hawi oleh Imam Suyuthi, juz II hal. 89, cetakan Maktabah as-Salam, tahun 1984).

Banyak Orang Melupakan Dajjal Dan Tidak Menyebut-Nyebut Tentang Dajjal

Nabi saw. Bersabda, “Dajjal tidak akan keluar kecuali saat manusia telah melupakan untuk mengingatnya. Dan sampai tiba saatnya para Imam tidak lagi menyebut-nyebutnya di atas mimbar”.

Inilah kelalian umat Islam yg berlarut-larut, sementara itu suara kebenaran Rasululloh saw. Masih tetap menggaung di telinga kaum muslimin mengingatkan mereka dengan sabdanya, “Antara penciptaan Adam sampai saat terjadinya kiamat ada sebuah fitnah yang lebih besar dari Dajjal” (HR. ahmad dlm musnadnya <6 : 455-456>

Dan dalam Imam Muslim di sebutkan, “Anatara penciptaan Adam sapai saat terjadinya kiamat ada sebuah fitnah yang lebih besar dari Dajjal atau ada urusan yang lebih besar dari Dajjal”.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari ra., Rasululloh saw. bersabda, “Ada tiga hal yang ika ia keluar, maka tidak akan bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelumnya atau ia yang belum merefleksikan keimanannya untuk kebaikan; Dajjal, binatang melata dan terbitnya matahai dari barat”.

Kalau bukan masalah ini kita anggap sebagai masalah yang sangat serius, maka Rasululloh saw. Tidak akan memeberikan suri tauladan kepada kita agar senantiasa erlindung kepada Alloh darinya pada tiap tasyahud akhir dan sesaat sebelum salam dengan sabdanya:

“Ya Alloh hamba berlindung kepadaMu dari adzab kubur dan siksa jahannam dan dari fitnah hidup dan mati serta dari fitnah al-Masih ad-Dajjal”.

Dan telah di riwayatkan oleh Imam Muslim dalam sahihnya dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Rasululloh saw. Mengajarkan do’a ini sebagaimana Beliau mengajarkan salah satu surat Al-Qur’an.

Imam Muslim Ibnu Hajjaj berkata: telah samapi berita kepada kami bahwa Thawus telah meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas. Ia berkata kepada anaknya, “Apakah engkau berdoa dengan doa tersebut dalam shalatmu?”. Ia menjawab, “Tidak”. Kemudian ia mengatakan, “Ulangilah shalatmu”. Ini artinya bahwa Thawus memahami mengapa Rasululloh mengulang-ulang dan senantiasa berlindung kepada Alloh dari kejahatan fitnah Dajjal.

Maka, tidak mengherankan jika Imam Ibnu Hamz adz-Dzarifi (Al-Muhalla, Ibnu Hazm, juz 3 hal 271) memandang wajib membaca doa perlindungan ini yang telah di ajarkan nabi setiap setelah selesai dari tasyahud dengan landasan melihat dari dhahir hadits Abu Hurairah ra. Yang diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya:

“Jika salah seorang dari kalian itu selesai tasyahud maka berlindunglah kalian kepada Alloh dari empat hal dengan mengucapkan; ‘Ya Alloh hamba berlindung kepadaMu dari siksa jahannam dan dari azab kubur dan dari fitnah hidup dan mati serta dari kejahatan fitnah al-Masih ad-Dajjal’”.

Dan dalam sebuah riwayat di sebutkan:

“Jika seseoran diantara kalian selesai dari tasyahud akhir, maka berlindunglah kepada Alloh dari empat hal; ‘Ya Alloh hamba berlindung kepadaMu dari siksa jahannam dan dari azab kubur dan dari fitnah hidup dan mati serta dari kejahatan fitnah al-Masih ad-Dajjal’”.

Jumat, 22 Januari 2010

Hadist

ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً ، وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ ، وَلاَ تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا ، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابَ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلَ

“Dunia itu akan pergi menjauh. Sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.” (HR. Bukhari secara mu’allaq].


أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُمْ مِنْ شَرِّكُمْ قَالَ فَسَكَتُوا فَقَالَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ رَجُلٌ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنَا بِخَيْرِنَا مِنْ شَرِّنَا قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ وَشَرُّكُمْ مَنْ لَا يُرْجَى خَيْرُهُ وَلَا يُؤْمَنُ شَرُّهُ

“Maukah kalian aku beritahu orang terbaik dari terjelek dari kalian?” Lalu beliau mengulanginya tiga kali. Lalu seorang bertanya: “Wahai Rasulullah beritahulah kami tentang orang terbaik dari terjelek dari kami” Rasulullah menjawab: “Orang terbaik dari kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan aman dari kejelekannya dan orang terjelek adalah orang yang tidak diharapkan kebaikannya dan manusia tidak aman dari kejelekannya” [Diriwayatkan Imam At Tirmidziy dalam sunannya no. 2263 dan Ahmad no. 8456 dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’, no. 332].

Rabu, 20 Januari 2010

7 Golongan

Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. (1) Seorang pemimpin yang adil, (2) Seorang pemuda yang tumbuh dalam ketekunan beribadah kepada Allah, (3) Seorang lelaki yang hatinya selalu bergantung di masjid, (4) Dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya, (5) Seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang perempuan cantik lagi berkedudukan namun mengatakan, ‘Aku merasa takut kepada Allah’, (6) Seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sampai-sampai tangan kanannya tidak mengerti apa yang diinfakkan oleh tangan kirinya (terbalik, seharusnya ’sampai-sampai tangan kirinya tidak mengerti apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya’, pent), (7) Dan juga seorang yang mengingat Allah di saat sendirian hingga kedua matanya mengalirkan air mata.” [HR. Bukhari]

Selasa, 19 Januari 2010

Beberapa Penghalang Hidayah

(QS. Al-Isra:15)

1. Lemahya Ilmu
Ilmu adl Nur (cahaya), kaitan dengan ilmu adl:
a. Orang yg mau m'nuntut ilmu tapi juga m'nyebarkan
b. Orang yg hanya menuntut ilmu tapi tdk m'nyebarkannya.
c. Orang yg tdk menuntut ilmu dan jg tdk m'nyebarkannya

2. Ilmu yang tdk di amalkan
Ibarat pohon tdk b'buah.
Ilmu--> amal--> iman ~~ tdk bisa d pisahkan.

3. Hasad (Dengki/Iri) dan Sombong
~ Ciri2 orang yg sombong:
a. Menolak kebenaran
b. Orang yg m'remehkan orang lain
~ Kita boleh 'hadap 2 hal:
a. Kepada orang yang m'pelajari/membaca Al-qur'andan mampu m'amalkannya
b. Kepada orang yg d karuniakan harta oleh Alloh dan mampu m'infakkan hartanya di jalan Alloh
~ Makhluk yg paling sombong adalah IBLIS.

4. Takut kehilangan jabatan
Ex: Fir'aun & Qorun

5. Cinta syahwat & harta benda
~ Penyakit hati:
1. Penyakit syubha --> Keraguan
2. Penyakit syahwat --> Zina
# Awal Zina
--> Melihat-->Turun kehati-->Memberanikan diri (sms/kirim surat)-->Kencan-->Awalnya malu-->Akhirnya tidak tau malu...

6. Lebih m'cintai keluarga dan kerabat

7. Takut m'ninggalkan adat nenek moyang

8. Teman yg buruk, lingkungan dan k'biasaan yg kurang baik
Teman ada 3:
a. Teman seperti udara
--> teman yang bisa m'nasehati kita & mampu m'dekatkan kpd Alloh
b. Teman seperti obat
--> teman yg hanya dekat saat m'butuhkan
c. Teman seperti penyakit
--> teman yg suka m'nularkan hal buruk seperti halnya penyakit
Jangan bergaul dengan 3 orang:
a. B'gaul dg orang yg m'nyakiti orang tua
b. B'gaul dg orang yg fasik
c. B'gaul dg orang yg suka b'dusta

9. Lebih m'cintai tanah air & bangsa

10. Persaingan m'buru dunia